Minggu, 05 Juni 2011

Kenali Dia Lebih Jauh

Dia kecewa dalam tawa
kau tahu kenapa aku bertaya
karena cinta mu hanya komedi saja
tak kutemukan nyata dan rasa

Kau bilang cinta dia
tapi kecewa yang kau kirimkan untuknya
kenapa dari dulu tak kau jauhi saja
sebelum segala rasa menyesakkan dada

Kini kau puas melihat nya?!
setelah air mata menjadi hujan tanya
gombalan mu bagaikan petir menyapa
kini terpuaskan lah hatimu, karena tangisan malamnya



Pilo.
07.06.11

Rabu, 01 Juni 2011

Pusara Bunda

Seandainya senjakala berganti,
ingin sekali ku cumbu bumi-bumi mereka, menjilat sedikit ilmu yang sama sekali tidak pernah memberiku kesempatan kedua. aku ingin sekali kembali ke halaman yang pernah mengajariku berjuta ikhlas tanpa paksa, tapi terlanjur ku tinggalkan tapak-tapak kemegahan itu, terbawa arus huruf yang buta, entah salah aku, ataupun kesalahannya.


Belum juga aku temukan makna terbilang rahasia, antara-Nya dan antara keihklasan dari-Nya untuk doa-doa perempuan yang mulia. Pun surga telah di janjikan oleh-Nya untuk perempuan tua. salah aku berarti yang sampai detik ini tak bertemu jawab yang nyata, karena arus-arus hitam terus saja memanggil ku untuk menjadi manusia hina.


Pada akhir kepulangan nya aku baru sadar akan titah yang ku ke sampingkan karena ego menyulut dalam jiwa. Hidup mu karena-Nya dan pulangmu karena-Nya. Terakhir, aku kesepian nasehat lembutmu perempuan tua,dan total kehilangan jejakmu jua. sesal ku sekarang tak bermakna.

Seandainya senja kini bisa ku bangunkan lagi tidur panjangnya, engkau lah orang pertama wahai perempuan tua yang akan ku pinta kepada-Nya untuk memberikanmu nafas kedua, agar yang terdahulu pernah ku sakiti terbayar kini dengan menghapus senjakala. 


Dan senja-senja saat bibir ini membantah setiap larang baikmu, doa sehatmu, lambaiaan ikhlasmu serta merta ke tauladan yang kau bungkus rapi itu wahai perempuan tua berkerudung senja, sungguh sesal kini harus kupikul, harus kutapaki sendiri tanpa petunjuk-petunjuk yang segera melepasku untuk bisa melihatmu. walau hanya pusara. wahai perempuan tua, titah surga milikmu, walau tempat nya penuh peluh luka bernanar, tapi maha kuasa telah berjanji dalam suatu ketika, surga tetap di kaki mu wahai perempuan tua. Hadiah dari-Nya.



For my Friend.
pilo. 02.06.11

Selasa, 31 Mei 2011

Kurangkai Empat

Awan.

Warna putihmu menggebu
mengajak ku ingin mengenalmu
di saat rindu hinggap menerpaku
ingin rasanya kuterbang keputihmu
menghirup bebasmu, tanpa perlu mengadu.

Pelangi.

Indahmu sungguh membahana
ingin kecerita pada dunia
saat kelam datang menyapa
selalu memberi ku hadiahkan cinta
kau menghibur ku dengan tatapan senja

Hujan.

Butiran lembut turun menurut
tak ada bantahan menyulut
hanya ikhlas yang kau pungut
demi satu tujuan tersebut
dalam perintah tugasnya tersebut

Bintang.

Engkau pun tak kalah dengan awan
atau pelangi yang punya warna kenangan
kau tetap berkelip jadi penerang
kau tetap pelita saat kegelapan datang

**

Dan ceritamu awan, pelangi, hujan dan bintang
selalu meninggikan imaji untuk tersenyum tenang
tanpa tersentak masalah yang lalu-lalang
tanpa memikirkan peluh mengenang
kalian selalu hadiahkan senyum terang



Pilo. 01.06.11

Senin, 30 Mei 2011

Malaikat ?!

Sungguh aku tidak dapat penjelasan
Tak sanggup kutebak kenyataan
Yang kutahu kau utusan tuhan

Sayap mu entah bagaimana
Lebih lagi rupamu seperti apa
Sungguh berjuta rahasia kau bawa

Malaikat !
Seandainya kau menjelma
Kan ku peluk erat jiwa
Ku ciumi aroma surga, yang kau bawa.
Mengharap kau bawakan ilmu untuk ku, Dari-Nya



Pilo.
31.05.11

Bidadari Mimpi

Tidak ada komentar untuk puisi yang aduhai
Mengharap mimpi tidak pernah sampai
Namun ku yakin padamu, jawab itu segera kau gapai

Tunggu sejenak cahaya terangi
Mimpi yang kau ingin pasti terpenuhi
Tinggal selangkah lagi, jangan kau tangisi

Sebuah harap kau bungkus rapi
Aku tahu itu dan kau tak bisa bersembuyi
Dari hati kau lahirkan puisi, agar segera meninggalkan sepi.

Berjanjilah bidadari kecil
Jika mentari bersinar di hati
Tak ada lagi tangisan yang menjadi
Yang ada hanya tersenyum lepas bersama mimpi, Yang terpenuhi..




Pilo 30.05.11

Toejoeh..

Telah kau Ciptakan angka tujuh, hari yang tujuh, bumi yang tujuh
engkau tujuh kan pula angaota tubuh,
kaki, tangan, mata, rambut, telinga, mulut dan hidung.

Terkadang
kaki ku suka melangkah ke arah dosa laranganmu
tangan selalu menjahilimu
mata berzina dihadapanmu
rambut karena hati melanggar syariatmu
telingan mendengar aib-aib umatmu
mulut sia-sia tanpa dzikirmu.

Disetiap kasalahan tujuh ku,
ada satu yang tak pernah berbohong padamu
karena kuasamu, anugerahmu, hidung selalu punya kejujuran karenamu
jika itu bau dia akan katakan bau, jika wangin dia akan katakan wangin hanya karenamu. melalu hatiku.




Banda Aceh 12-oct-2010

Minggu, 29 Mei 2011

Untuk kembali

Ijinkan langkah untuk menari,
Berkeliling kota sambil bernyanyi,
Bersama sahabat yang mengerti,
Akan sepinya jiwa bidadari.

Ijinkan langkah untuk pergi,
Berceria jenaka diantara taman surgawi,
Tak ada yang terbata dari sepi,
Hanya senyum merekah bersama pucuk mimpi,

Tunggu kami, sedetik lagi kembali,
Untuk apa engkau tangisi
Kami akan kembali ke rumah ini
Untuk berbagi tentang perjalanan kami



Pilo.29.05.2011